 | Mari kite bersyukur | Nov 17, 2008 |
BERSYUKUR (Tabah, Tekun, dan Ulet Berjuang Paling Bermanfaat Bagi Sesama) Engkau Maha Bersyukur ! Semua Kauciptakan serba terukur Teratur Sekejap saja Engkau tertidur Semesta raya hancur Lebur Mana mungkin Kau siksa hamba yang iman dan syukur ? Syukur mengharuskan hamba-Mu tafakur Terhadap karunia-Mu hamba tadzakur Turut serta menjadikan bumi makmur !
  | Intermezzo | |
 |  | Music | Nov 18, 2008 |
GIGI - Akhirnya,DEBU - Nyawa & Cinta,ika Surga & Neraka
  | Tagged Content | |
      |  |   | Guestbook | |
 | makasih bang rukyal, bung rudy, insya allah, sy uda posting lg di kompasiana.com neo liberal musuh rakyat indonesia, sy ngejob di medan membuat advokasi LSM sy gak jalan soal BLBI, insya allah bulan 8 bsk sy pindah jkrt lg, sy akan bombardir neo liberalisme boediono..he..he..slm bt teman2 di luar negeri |
 | Bung Ichwan, kalau Anda ingin melihat praktek sesungguhnya tentang proyek ekonomi kerakyatan, saya sarankan Anda untuk meluangkan waktu melihat langsung pertanian, peternakan dan perkebunan sorgum di Al-Zaytun, Indramayu. Insyaallah setelah menyaksikannya, Anda tidak akan kehabisan bahan untuk menuliskannya. Salam,Rukyal Basri-Philadelphia,AS. |
 | Keep Spirit bro..!? :)
erwin |
 | Pikiran adalah jaring penangkap mangsa…..
Pkiranmu sedang tenang. Bagaimana bisa ? karena pikiran adalah hal yang sangat berharga. Pikiran seperti jaring, dan jaring harus selalu dalam keadaan baik agar dapat digunakan untuk menangkap mangsa. Apabila pikiran terganggu, berarti jaring terkoyak, dan menjadi tak berguna. Maka, janganlah berlebihan dalam cinta atau benci kepada siapapun, karena kedua hal itu akan membuat jaring terkoyak. Kesederhanaan, dalam perkara ini adalah suatu keniscayaan.
Yang kumaksudkan dengan cinta yang tak boleh berlebih adalah cinta untuk selain tuhan. Tetapi apabila berbicara tentang cinta kepada tuhan, maka tak ada lagi pembatasan yang ekstrem. Semakin tebal rasa cinta, semakin baik. Ketika cintamu selain tuhan berlebihan, engkau mengharapkan agar dia selamanya berada dalam keberuntungan yang baik, sebuah kemustahilan wujud karena semua orang tunduk pada perputaran roda nasib. Karena keadaan manusia terus menerus berada di dalam perubahan dan engkau berharap agar dia selalu berada dalam keberuntungan baik terus menerus, pikiranmu menjadi terganggu.
Ketika permusuhanmu dengan seseorang terlalu berlebihan, engkau mengharapkan agar musuhmu selamanya bernasib sial dan buruk. Padahal roda kehidupan terus berputar dan demikian pula keadaan musuhmu, kadang-kadang dia beruntung, terkadang pula dia sial. Karena tidak mungkin musuhmu selamanya sial, pikiranmu menjadi terganggu.
Pada sisi lain, cinta kepada pencipta menjadi bagian tetap (terus bersemayam) di dalam dunia dan seluruh manusia. Budha, yahudi, nasrani, dan seluruh makhluk. Bagaimana mungkin seseorang tidak mencintai penciptanya ? meskipun cinta seperti itu terus bersemayam, penghalang tertentu menjaganya di belakang hijab. Apabila penghalang itu diangkat, cinta akan muncul ke permukaan.
Apapun bentuk agamamu kembangkanlah rasa cinta untuk tuhanmu dengan jalan sikap positif, karena dialah sumber dari segala sumber kekuatan dan energi, cintamu kepadamu menjadi daya mumpuni dan pemungkas mengelola dan melakukan perubahan di dalam masyarakat.
|
 | MAHABBAH (Tuhan Hanya Satu Dalam Sifat, Yaitu SANG CINTA) (Allah Adalah Kekasih Kita, Sebab Kita Adalah Belahan Jiwa-Nya. Cinta Kita Menyatu Dengan-Nya. Karena Hancur Luluh Tubuh Ini Menjadi Rahmat Bagi Seluruh Alam).
Aku adalah Dia yang kucintai, Dia yang kucintai adalah aku, Kami adalah dua jiwa dalam satu tubuh, Bila engkau melihatku, Engkau melihat-Nya, Jika engkau melihat-Nya, engkau melihat kami berdua.
Cinta itu memang harus terhubungkan dengan Tuhan. Karena, Tuhan adalah kebenaran. Makanya, cinta tak dapat dipisahkan dari kebenaran, kasih sayang, dan kemurahan. Cinta demikianlah yang tak akan pernah patah. Cinta yang demikianlah yang akan membawa keabadian. Cinta yang demikianlah yang mengekalkan kehidupan jiwa.
”Barang siapa mencintai pertemuan dengan Allah, maka Allah pun mencintai pertemuan dengan Dia. Barang siapa yang tidak mencintai pertemuan dengan Allah, maka Dia pun tidak mencintai pertemuan dengan-Nya.” (H.R. Bukhari)
” Bersihkanlah pikiranmu, wahai manusia. Karena, pikiran-pikiran itu adalah kediaman-Ku dan tempat bersemayam-Ku. Apa pun yang membawamu hidup lebih lurus dan berprestasi besar, pilihlah tugas itu. Dengarlah hatimu, meskipun orang lain tak setuju. Kebenaran ada di dalam dirimu sendiri.” (Jalaluddin Rumi; 2000)
Tidaklah beriman dari kalian semua hingga Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selain keduanya. (Hadis) dan ( QS. 9 : 24 ).
|
 | FANA (Segala Hasrat, Keinginan, Perbuatan, Dan Tujuan Hidup Menyatu Dengan Segala Keinginan Tuhan)
Kerlap-kerlip di angkasa Tampak ada Nyatanya ilusi semata
Kiranya kau telah terpesona Pada sesuatu yang fana Fana ada bila hancur Tursina
Bila ingin dapat yang Hakiki Kosongkan pikiran dan hati Bersihkan dari kelekatan terhadap dunia ini Pasti kita alami bahagia sejati.
|
 | TAWAKKAL (Hancur Luluh Tubuh Ini Berbuat Paling Bermanfaat Bagi Sesama)
Mutiara ada di dasar lautan yang dalam Jangan menyelam Tak dapat berenang kau akan tenggelam
Islam itu laksana mutiara Kita dapatkan bila kita selami dalamnya samudra Bukan pengakuan semata
Mutiara itu berada di dasar Lakukan yang bisa kita lakukan atau gagal Pantang berhenti sebelum semua tenaga luluh terbakar Sehabis akal haruslah tawakkal !
|
 | hai arisa, thnaks u visit my place |
 | TASLIM (Hasrat Dan keinginan Kita Hanya Milik Tuhan. Milik Kita Hanya Berbuat & Kerja Keras.)
Ikhlas telah lewat Sombong dan tamak masih menjerat Satu kata kunci: Ingat !
Congkak dan loba jadikan tumbal Bagkitlah jiwa menjadi kebal Dengan zikrullah kita berbekal
Bebaskan diri dari keinginan Yang biasa bercokol dalam hati dan pikiran Jangan turutkan angan-angan Sujud dan taslim hanya kepada Tuhan.
|
 |
maaf1 wrote on Jan 25, '09 |
 |
maaf1 wrote on Jan 25, '09 |
 | IKHLAS (Hidup Dalam Prasangka Baik, Berbuat Semata-mata Untuk Bertemu Sang Cinta-Tuhan)
Tuhan, aku malu Sebagai hamba banyak yang kumau Itulah kunci penderitaanku
Aku, kami, kita semuanya Satu Aku, dia, mereka, semuanya Satu Tapi, iblis berusaha memecah-belah yang Satu itu
Ia bisikkan sesuatu agar aku puas Ia tawarkan sesuatu agar aku mau di atas Kejahatan dia tampakkan padaku sebagai emas Tapi, iblis kuberantas dengan hidup ikhlas.
|
 | RIDA (Semua Yang Menimpa Kita Adalah Hasil Dari Perbuatan Kita. Tidak Ada Yang Kebetulan, Bukan Kekeliruan, dan Tiada Yang Meleset. Takdir Terjadi Karena Pilihan Dan Perbuatan Kita Sendiri)
Menderita Bahagia Sama saja bagi yang rida
Bencana Karunia Semua kebenaran bagi yang rida
Bila iman sudah sampai haqq al-yaqin Sedekah banyak tak akan jadi miskin Hidup semakin rajin Karena Tuhan yang pimpin.
|
 | ZUHUD (Dunia Hanya Alat Perjuangan Untuk Kembali Kepada-Nya)
Ayo zuhud ! Jangan terkejut bila dunia ini bukan sejatinya maujud Dunia hanya hiburan sejumpu,
Itu kesenangan yang menipu Maka jangan mau kau terayu Meski bujukan datang dari segala penjuru
Jika kita ingin masuk surga Janganlah kita hitung-hitung dosa dan pahala Zuhud kita jadikan bagian hidup kita Dan, mari kita berkarya tuk kesejahteraan bersama.
|
 | SABAR (Tabah Menanti Dalam Perjuangan Untuk Bertemu Dengan-Nya)
Allahu Akbar Nyatanya Engkau Mahasabar Maka alam raya terbabar
Bukan sekadar asmaul husna Sabar itu realita Di alam sunyata
Matahari beredar Bumi berputar Semua bekerja sesuai nalar Itulah sabar !
|
 | TOBAT (Tujuan Hidup Hanya Untuk Kembali Kepada-Nya)
Wahai Ilahi Aku ada di sini Di bumi
Tak mungkin aku ada Tanpa rencana Tanpa sengaja
Kehadiranku Melalui pintu bundaku Pasti atas kehendakku Atas persetujuan-Mu.
|
     |
| |